Label

Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Biografi Seorang Penulis Terkenal

Aku mengenalnya melalui sebuah film fiksi kreatif yang membuatku begitu sangat mencintai dunia menulis. Melalui sebuah film inovatif The Chronicles of Narnia:
beliau berhasil menyihir para penonton memasuki dunia uniknya tersebut. Beliau adalah Clive Staples Lewis (1898-1963) seorang yang suka sekali akan "binatang yang berpakaian". Ia jatuh cinta pada cerita-cerita Beatrix Potter dan seringkali menulis cerita-cerita binatang dan membuat ilustrasinya. Ia dan kakaknya, Warnie, bersama-sama menciptakan dunia Boxen, yang dihuni dan dikelola oleh binatang. Lewis gemar membaca, dan karena rumah ayahnya penuh dengan buku-buku, ia merasa bahwa menemukan buku yang belum dibacanya sama mudahnya seperti menemukan sehelai rumput. Di masa kecilnya, ia juga sangat takut terhadap laba-laba dan serangga, sehingga binatang-binatang itu sering muncul dalam mimpi-mimpinya. Melalui hobi unik itulah film fiksi The Cronicles Of Narnia hadir. Selain fiksi, beliau juga menulis banyak nonfiksi serta puisi. #Hebaaaaaat bangeeett ^_^

Penasaran? Baiklah, kalau begitu mari kita simak siapa C.S Lewis itu. Check it Out! :D


Biografi C. S. Lewis

Clive Staples Lewis (1898 - 1963) adalah mahasiswa cerdas, penulis yang dikagumi, kritikus sastra, dan apologet Kristen. Dia dihormati terutama atas kontribusinya dalam kritik sastra, apologetika, dan kesusastraan anak dan fantasi.
Dari tiga puluh lebih buku dan sejumlah banyak esainya (sebagian besar karyanya itu tetap dicetak setelah kematiannya), karyanya yang paling dikenal adalah "The Chronicles of Narnia", "Mere Christianity", dan "The Screwtape Letters". Seri "The Chronicles of Narnia" sangat populer dan telah diadaptasi ke beberapa drama, sandiwara radio, dan film bioskop. Baru-baru ini, majalah "Time" mencatat buku pertama dalam seri itu, "The Lion, The Witch, and the Wardrobe", sebagai salah satu dari 100 novel terbaik berbahasa Inggris yang ditulis antara 1923 dan 2005. Karya Lewis telah diterjemahkan ke lebih dari tiga puluh bahasa dan telah terjual jutaan kopi di seluruh dunia.

Siapakah C.S. Lewis?
C.S. Lewis lahir pada 29 November 1898 di Belfast, Irlandia Utara. Saudara kandung satu-satunya adalah kakaknya, Warren Hamilton Lewis (1895-1973), yang selalu akrab dengannya di sepanjang hidupnya. Ibunya meninggal akibat kanker ketika Lewis berumur 9 tahun.
Setelah menerima beasiswa ke University College, Oxford University di Inggris pada 1916, Lewis segera menunda kuliahnya pada tahun 1917 untuk masuk Angkatan Darat Inggris selama Perang Dunia I. Karena terluka saat Pertempuran Arras, dia dibebastugaskan pada akhir 1919.
Segera sesudah itu, Lewis melanjutkan kuliahnya di Oxford, lalu dia menjadi Anggota dan Pengajar Sastra Inggris di Magdalen College, Oxford. Dia melayani di sana dari 1925 sampai dengan 1954, ketika dia ditunjuk sebagai Ketua Jurusan Sastra Abad Pertengahan dan Renaisans di Magdalene College, Cambridge.
Pada 1930, Lewis dan kakaknya, Warren, pindah ke daerah yang menjadi rumah abadinya, "The Kilns", yang terletak tepat di luar Oxford.
Pada 1931, karena terpengaruh oleh persahabatannya yang erat dengan J.R.R. Tolkien dan tulisan-tulisan G.K. Chesterton, Lewis bertobat menjadi orang Kristen dan menjadi anggota Church of England. Pertobatannya mengubah karya dan tulisan-tulisannya. Selama Perang Dunia II, siaran radionya di BBC tentang kekristenan menjelaskan iman kepada ribuan orang dan akhirnya memberi Lewis pengakuan internasional. Dia dikenal luas sebagai salah satu penulis Kristen paling berpengaruh pada abad ke-20.
Selama di Oxford, Lewis, Tolkien, dan sekelompok kecil teman penulisnya sering bertemu untuk menceritakan perkembangan karya kreatif mereka. Anggota-anggota dari kelompok penulis yang sekarang terkenal ini, "Inklings", telah menghasilkan beberapa karya fiksi dan prosa yang sangat disukai pada abad ke-20.
Pada masa tuanya, pada tahun 1956, Lewis menikahi Joy Davidman Gresham, seorang penulis Amerika. Setelah empat tahun berjuang melawan kanker tulang, istrinya meninggal pada 1960. Sesudah peristiwa itu, Lewis terus merawat kedua putra mereka, Douglas dan David Gresham. Dalam bukunya, "A Grief Observed", Lewis mengungkapkan penderitaan mendalam atas kematian istrinya. Buku ini, yang kemudian mengilhami drama panggung dan film bioskop peraih penghargaan, "Shadowlands", telah menjadi sumber penghiburan bagi banyak orang yang mengalami kesedihan.
Satu minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-65, Jumat, 23 November 1963, Lewis meninggal di "The Kilns" -- pada hari yang sama ketika Presiden AS, J.F. Kennedy, dibunuh dan Aldous Huxley [penulis Inggris-Red.] wafat. Dia dimakamkan di halaman Holy Trinity Church di Headington Quarry, Oxford, tak jauh dari rumah kesayangannya.

(sumber: http://www.pelitaku.sabda.org)

Jumat, 12 April 2013

You Raise Me Up


By, Josh Groban

When I am down and, oh my soul, so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then, I am still and wait here in the silence
Until you come and sit awhile with me
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up... To more than I can be
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up... To more than I can be

[There is no life - no life without its hunger
Each restless heart beats so imperfectly
But when you come and I am filled with wonder
Sometimes, I think I glimpse eternity.]

Rabu, 02 Januari 2013

Nikahi Aku, Bukan Pacari Aku


Bismillahirahmannirrahim,

Cowok: “Aku mencintaimu, sungguh-sungguh jatuh cinta kepadamu.”
Cewek: “Kalau kau memang mencintaiku, kenapa kau mengajakku pacaran?”
Cowok: “Hah, Bukankah karena aku mencintaimu maka karena itulah aku ingin menjadikanmu pacarku?”
Cewek: “Aku tahu. Aku bukan orang bodoh. Jika kau mencintaiku, kenapa menginginkanku melakukan hal yang tak berguna untuk hidupku?”

Cowok:
“Hal yang tidak berguna, bukankah pacaran merupakan satu jalan untuk mencapai kesaling-mengenalan antara aku dan kau?”
Cewek: “Aku tidak sependapat denganmu. Maafkan aku.”
Cowok: “Tidak apa-apa.”
Cewek: “Apa kau masih ingin menjadikanku pacarmu?”
Cowok: “Iya. aku tidak akan menyerah.”
Cewek: “Kalau begitu, sampai kapanpun aku tidak akan mau menerimamu. Karena kau hanya ingin menjadikanku lampiasan nafsumu.”

Cowok: “Tapi aku mencintaimu.”
Cewek: “Tidak, aku tidak percaya kau mencintaiku. Kita sudah dewasa, sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan sia-sia. Hidup ini serius dan pasti akan ada pertanggungjawabannya.”

Cowok: “Akan aku buktikan kepadamu. Aku serius.”
Cewek: “Akan kau buktikan dengan apa. Dengan menungguku sampai aku mau? Ah basi. Banyak orang melakukannya begitu, dan banyak pula perempuan yang berhasil dibodohi. Sayangnya aku tidak sama dengan kebanyakan perempuan lain. Kau tidak akan berhasil.”

Cowok: “Lalu dengan apa aku membuktikannya?”
Cewek: “Serius kau ingin membuktikannya?”
Cowok: “Iya.”
Cewek: “Datanglah kepada kedua orangtuaku dan minta ijinlah kepada mereka untuk menikahiku. Bukan memacariku. Sanggup?”
Cowok: “Baiklah. Aku sanggup.”

Sumber : Islamic Motivation

Sabtu, 04 Agustus 2012

Kisah Hidup Justin Bieber Sebelum Menjadi Bintang











This's a real story of Justin Drew Bieber

          Awalnya aku berfikir itu sulit di capai namun ternyata, mimpi itu kini dapat ku gapai. 
          Dengan segala kerja keras, pengorbanan, dan tekad. Semua yang dulu hanya hayalan kini menjadi fakta. 
                                                                     Yeah! NEVER SAY NEVER! 

                                                                           
                                                                                   ***** 

( Author POV) 
Seorang anak remaja laki - laki melangkahkan kakinya dari balik backstage menuju panggung. 
Dengan wajah sumringahnya ia mendekat ke tengah panggung. Baju jaket putih milenium dengan dalaman berwarna ungu terlihat kontras saat ia tersorot lampu panggung. Serentak para penonton di dalam podium itu meneriakkan namanya. Bahkan beberapa di antaranya melompat - lompat riang. Keadaan makin ricuh saat sang bintang panggung itu menyapa para penggemarnya. 

"Hello Belieber!! Apa kabar kalian hari ini?" tanya sang idola dengan microphone yang terpasang di telinganya. 
"Luar biasa!!!!" teriak para fans kompak. 
"Apa kalian mencintaiku?" tanya sang idola lagi. 
"Sangat mencintaimu.. Kyaaa!!!" teriak para penonton yang kebanyakan gadis remaja. 
"Apakah kalian tau aku siapa?" tanya lelaki remaja itu sambil berkeliling di atas panggung. 
"Justin! Kau Justin Drew Bieber!!!" teriak para fansnya senang. 
"Ahh kalian salah.. Aku Kenny Hamilton" elak bintang itu dengan nada bercanda, membuat para fansnya makin ricuh. "hahaha. Tidak - tidak. Kalian benar. Aku Justin Drew Bieber! I'm JB!" teriak justin, sang idola. Membuat para fansnya bertepuk tangan riuh. 

Ya, dialah idola saat ini. Justin Drew Bieber, remaja asal Ontario, Canada berumur 18 tahun. Awalnya, ia bukanlah siapa - siapa. Namun dengan kegigihannya, ia berhasil meraih sukses seperti saat ini. Dan inilah kisahnya.. 

                                                                                          **** 

FLASHBACK

"Hei kau, anak miskin! Mau apa kau di sekolah ini hah? Lebih baik kau bantu saja sana ibumu untuk menghidupi anak miskin sepertimu! Hahaha!" 

Ledekkan seperti itu sudah terlalu biasa di telinganya. Memang harus justin akui. Ia hanyalah seorang anak yang miskin dan tidak punya apa-apa. 

"Hey Justin! Mana ayahmu? Kenapa ia tak pernah terlihat? Apakah kau benar punya ayah? Aku meragukannya! Haha" 

Ledekkan itu makin terdengar di telinganya. Tapi, apa yang bisa ia lakukan? Membalas ejek-ejekan mereka? Tidak akan, karna justin tau. Membalas mereka sama saja cari mati. 

"Kenapa kau diam heh? Apa kata-kata kami memang benar anak miskin???" 

Bersabar, hanya itu yang bisa justin lakukan setiap mendengar ejekan yang terlontar dari mulut teman-temannya itu . Mencoba untuk menganggapnya hanya angin lalu. 

PLOK! BYUR! 

"Haha! Rasakan itu! Makanya jadi orang miskin itu jangan sombong!" 

Tawa mereka terus menggema seiring dengan lemparan telur dan air yang menghujani tubuh justin, bahkan ada seseorang yang melemparinya dengan tepung terigu. Membuat sekujur tubuh justin menjadi putih. Tapi? Apa yang bisa justin lakukan? Bersabar. Ya, lagi - lagi hanya itu yang bisa ia lakukan. 

                                                                                                  ***** 

"Justin, kau kenapa?" tanya mom pettie begitu justin masuk rumah. Bagaimana tidak? Penampilannya sekarang tampak sangat berantakan dan kucel. 

"Tidak ada apa-apa mom" dusta justin lalu melangkah menuju kamarnya. 

CEKLEK 

Justin membuka pintu kamarnya. Berantakan. Itulah yang terlukis jelas. 
Banyak barang - barang yang berserakan. Dan parahnya, banyak kotoran tikus di atas tempat tidurnya. 
Justin meletakkan tasnya di atas lantai lalu keluar dari kamar menuju kamar mandi. Membershkan dirinya yang kotor. 

Selesai mandi Justin langsung masuk ke kamar dan mengenakan pakaiannya. Badan Justin bergetar menggil karna kedinginan. Karena di apartemen ini tidak menyediakan air hangat, maklum saja, apartemen ini berharga sangat murah, sehingga fasilitasnya pun juga murah. 

Selesai berganti pakaian, Justin pun menuju meja belajarnya untuk mengerjakan beberapa tugas. Bukan Justin sok rajin atau pintar. Tapi mau bagaimana lagi? Hanya Inilah yang dapat Justin lakukan untuk meringankan beban Mom Pettie. Dengan menjadi anak yang pintar dan berprestasi sehingga Justin mendapatkan beasiswa, jadi dapat mengurangi pengeluaran keluarga kecil mereka. 

Tok, Tok, Tok.. 

"Justin ayo makan malam" ujar Mom Pettie dari luar kamar Justin 

"Baiklah mom" jawab justin lalu beranjak keluar dari kamar. Terlihat Mom Pettie tengah duduk di ruang makan. 

"Ayo nak kemarilah" perintah Mom Pettie. Justin menurut lalu duduk di samping mom pettie. 
Hanya selembar roti dengan selada air di atasnya. Yah, hanya itu yang dapat mereka makan untuk malam itu. 

"Maafkan mommy yah Justin, untuk saat ini kita hanya bisa makan roti saja. Karna mommy belum gajian. Bersabarlah yah nak" ujar Mom Pettie meminta Justin prihatin pada keadaan mereka saat ini. 'Mom, kau tak perlu memintaku prihatin, aku selalu kan bersabar pada keadaan ini untukmu' ujar Justin dalam hati. 

"Tak apa Mom, ini juga enak kok" jawab Justin dengan senyum tulus sambil menyantap roti yang telah di siapkan oleh ibuku. Justin melirik Mom Pettie sesaat. tampak mata Mom Pettie yang berkaca - kaca. 

"Sudahlah mommy, aku bahagia kok" hibur Justin menyeka air mata mom pettie yang hampir jatuh. Baginya, air mata Mom Pettie terlalu berharga untuk jatuh. 

"Terimakasih nak. Mommy menyayangimu" lirih Mom Pettie. 

Selesai makan malam justin kembali ke kamarnya lalu menyelesaikan PRnya. 
Jam menunjuk angka 10 malam saat justin telah selesai dengan PRnya. Saat Justin beranjak hendak tidur di kasurnya ia melihat ada beberapa ekor anak tikus yang masih merah di atas tempat tidurnya, membuat Justin terpaksa harus tidur di atas lantai kamarnya hanya dengan beralaskan sebuah bantal untuk menyangga kepalanya. 

                                                                                                       ****** 

Hari ini disekolah Justin diadakan test menyanyi bagi seluruh siswa - siswinya. 
Test tersebut di lakukan di selengarakan di lapangan sekolah. 
Semua siswa siswi pun bersiap - siap untuk mengikuti test tersebut. Termasuk Justin. 

"Hey kau, anak miskin. Tenang saja, kau tak perlu gugup. Karna kau pasti.... Akan kalah! Hahaha" ejek salah satu teman Justin yang bernama Leonard. 

Justin tak menggubris ledekan itu. 

"Baiklah, berikutnya Justin Bieber dari kelas 8 B" panggil mr.ervan selaku mc pada saat itu. Justin yang mendengar namanya di panggil pun naik ke atas panggung. 

Jantungnya berdegup kencang. Wajahnya terlihat lumayan pucat. 
Justin terdiam di atas panggung. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh teman - temannya. 
Menit berikutnya terdengar alunan lagu Ne-yo 'So Sick'. 
Mulanya Justin menyanyikan lagu tersebut dengan gugup, namun lambat laun, ia dapat mengedalikan perasaannya sehingga suaranya pun semakin indah terdengar. Membuat seluruh teman - temannya yang mendengar ia bernyanyi menjadi terdiam. 

Setelah beberapa saat, akhirnya Justin dapat menyelesaikan nyanyiannya. Suasana hening seketika. Membuat Justin makin gugup dan takut. 

Prok! Prok! Prok! 

Terdengar riuh redan tepuk tangan dari para siswa-siswi yang lain termasuk juga beberapa guru lainnya. 

"Kau sungguh memukau nak!" puji salah seorang Guru, membuat justin makin bangga akan dirinya. 

                                                                                                   ***** 

Semenjak kejadian waktu itu Justin terlihat lebih percaya diri di depan umum, meski kadang ia masih tetap menerima cacian, makian, dan perlakuan kasar lainnya dari teman - temannya yang merasa iri pada dirinya. 

Suatu hari, saat Justin baru saja pulang sekolah membawa rapornya yang menunjukkan nilai yang lumayan memuaskan. Senyum sumringah terpancar di wajahnya. Ia sungguh tak sabar untuk memberikan rapor itu pada Mom Pettie. 

"Leonard, liburan nanti kau akan kemana?" 

"Aku tentu saja ke luar Negri bersama keluargaku" 

"Waw, kau hebat! Pasti keluargamu bahagia!" 

"Tentu!" 

Justin tak sengaja mendengar percakapan antara dua temannya itu menghentikan langkahnya, melirik leonard sesaat. 

"Apa kau anak miskin? Kenapa kau melihat - lihat hah? Mau cari mati?" bentak Leornad begitu sadar Justin sedang memperhatikannya. 

"Ti..ti..tidak. Ma..maafkan aku" lirih Justin ketakutan lalu berjalan cepat menjauhi kedua temannya itu. 

Selama perjalan pulang, fikiran justin selalu teringat akan percakapan temannya tadi. 

"Apakah mom akan bahagia jika ku ajak berlibur?" gumam Justin sendiri. 

Kini Justin telah sampai di daerah pertokoan dekat apartemennya. Ia melihat banyak orang berkumpul di pelataran sebuah toko. Melihat itu, membuat justin tertarik untuk menontonnya. Ternyata itu adalah sebuah pertunjukkan dari seorang penyanyi jalannan. Terlihat banyak orang yang memberikan penyanyi itu uang. Melihat itu justin mendapatkan sebuah ide. 

                                                                                                          ***** 

KEESOKKAN PAGINYA 

Hari ini Justin telah bersiap - siap dengan gitarnya, menuju ke taman kota di dekat apartemennya. Jam menunjukkan pukul 10 pagi ketika justin sampai di taman kota yang lumayan ramai karna hari libur. 

Justin pun menyiapkan gitarnya dan sebuah kardus di depannya lalu ia duduk di atas bangku taman, perlahan namun pasti, ia menjentikkan jarinya, memainkan sebuah lagi yang ia sukai. Lagu milik Chris Brown 'With You' melantun indah dari mulutnya. Bergabung harmonis dengan petikan gitarnya yang lihai, hasil dari belajar sendiri selama ini. 

Lama kelamaan banyak orang tertarik untuk mendengar justin bernyanyi merapat ke arahnya. Seluruh orang yang berada di sekitar Justin begitu terbuai dengan nyanyian justin yang inda. 

JRENGG 

Akhirnya lagu yang dilantunkan Justin pun selesai. 

PROK! PROK! PROK! 

Terdengar tepuk tangan dari para pengunjung taman yang mengelilinginya, memberikan penghormatan atas permainan justin yang memukau. Melihat itu, Justin hanya dapat tersenyum dan membungkukkan badannya, memberikan rasa ungkapan trimakasihnya kepada para pengunjung taman yang telah memberikannya uang. 

Akhirnya 1 minggu Justin telah melakukan pekerjaannya sebagai pengamen di taman kota. Ia pun menghitung semua pendapatannya seharian itu dan betapa bahagaiannya justin, ternyata uang yang ia kumpulkan dengan jerih payah selama seminggu itu cukup untuk membawa ia dan mom pettie berlibur, meski hanya ke Disneyland. 

Dengan hati yang bahagia Justin pun menunjukkan uang yang telah ia dapatkan pada Mom Pettie. 

"Mom, besok kita liburan yuk, Justin sudah mendapatkan uangnya nih" Ajak Justin bahagia sambil menyodorkan sebuah amplop kepada Mom Pettie. 

"Kamu dapat dari mana uang sebanyak ini?" Tanya Mom Pettie begitu melihat isi amplop yang Justin berikan. 

"Aa...aakuu.. aku.." 

"Kau dapat dari mana Justin! Jangan bilang kamu mencuri! Mom tidak pernah mengajarkan kamu untuk mencuri kan?!" bentak Mom Pettie membuat Justin terpanjat. 

"Ti.. Tidak mom. Justin tidak mencuri" elak Justin. 

"Jadi kamu dapat dari mana nak? Tak mungkin kita yang miskin punya uang sebanyak ini!" bentak Mom Pettie. Terlihat guratan kecewa di wajahnya. 

"Aa.. aa.. It.. Itu.." Justin ketakutan menjawab pertanyaan Mom Pettie. 

"Katakan nak dari mana! Mom benar - benar kecewa padamu Justin! Mom kecewa karna kau berani mencuri!" Teriak Mom Pettie lalu mengambil sapu dan memukuli punggung justin. 

"Ampun Mom.. Justin tidak mencuri. Hiks" tangis justin penuh raungan kesakitan. 

"Katakan nak! Kamu mencuri dimana ini? Kenapa kau lakukan ini nak! Mom tidak pernah mengajarkanmu untuk melakukannya!" Bentak Mom Pettie tetap terus memukuli jJstin, air mata wanita itu mengalir deras. 

"Justin tidak mencuri Mom... Justin tidak mencurii..." Tangis Justin terus meraung. 

MALAMNYA.. 

Justin tertidur di kamarnya dengan badan yang lebam karna terus menerus di pukuli oleh Mom Pettie. Sesekali terdengar rintihan kesakitan dari bibirnya. 

Mom pettie yang mendengra itu masuk ke kamar justin lalu duduk di pinggir kasur tempat Justin tertidur. 

"Maafkan mommy nak, mom tak hanya ingin kau menjadi anak yang nakal" Lirih Mom Pettie mengusap lembut rambut belonde anaknya. Tiba - tiba matanya tertuju pada sebuah buku berwarna ungu yang ada di samping bantal Justin. 

Mom pettie membuka buku itu yang ternyata adalah diary milik justin. 

2 Oktober 2005. Hari ini aku putuskan mengamen, agar aku bisa mendapatkan uang untuk mengajak mommy berlibur. Semoga aku berhasil!' 

'5 Oktober 2005. Hari ini uang yang terkumpul dari hasil mengamenku cukup banyak. Tampaknya sebentar lagi aku bisa mengajak Mom berlibur!' 

'9 Oktober 2005. Hore! Hari ini aku berhasil menggumpulkan uang untuk ke Dsneyland bersama mommy' 

'10 Oktober 2005. Mom sungguh, aku tak mencuri dari mana pun. Maafkan aku jika membuatmu sedih Mom' 

Mom Pettie yang membaca semua tulisan Justin hanya sanggup menangis, menitikkan air matanya. 

"Maafkan mommy nak, maafkan mommy" 


ESOK PAGINYA.. 

Justin terbangun begitu mendengar suara teriakkan Mom Pettie memanggil namanya. Berlahan namun pastiJjustin pun keluar dari kamarnya. 

"Mom mau kemana?" tanya justin terheran begitu melihat Mom Pettie telah rapih. 

"Hari ini kita akan ke Disneyland" jawab mom pettie dengan senyum yang terukir di wajahnya. 

"Ma.. Maksud mom?" 

"Sudah Justin. Ayo mandi sana. Nanti kita kesiangan antrinya bisa panjang" Perintah Mom Pettie sebelum Justin sempat menyelesaikan kata - katanya. Justin pun menurut lalu ia mandi. 

Seharian itu di lewati oleh sepasang ibu dan anak dengan sangat bahagia. Mereka bermain dengan puas di Disneyland

                                                                                                            ***** 

Hari itu Mom Pettie tengah berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Ketika ia melewati bagian pengumumman ia melihat sebuah poster yang berisikan tentang lomba menyanyi. Mom Pettie pun teringat pada justin dan akhirnya mendaftarkan anaknya tersebut. 


"Apa mom? Mommy mendaftarkan Justin ikut lomba menyanyi sekota?" Tanya Justin tak percaya setelah mendengar apa yang Mom Pettie katakan. 

"Benar nak, Mom pikir kamu harus ikut lomba itu untuk mengasah talenta menyanyimu" jelas Mom Pettie. 

"Tapi Mom" 

"Sudah Justin, kamu harus mencobanya" potong Mom Pettie. Dan Justin hanya bisa mengikuti keinginan Mom Pettie. 


1 MINGGU KEMUDIAN.. 

Hari ini Justin akan mengikuti lomba menyanyi di mall tepat mom pettie mendaftarkan Justin. 

Perasaan Justin sangat gugup dan ketakutan. Karna ia minder melihat para konsestan yang keren. Sementara ia hanya mengenakan kemeja dan celana jeans. 

"Baiklah mari kita panggilkan peserta nomor 20. Justin Drew Bieber!" ucap sang MC mempersilahkan Justin naik ke atas panggung untuk menyanyi. 

Selama Justin menyanyi Mom Pettie merkamnya. Ia merekam penampilan justin dengan handycam yang ia pinjam dari temannya. 

Akhirnya Justin menyelesaikan penampilannya yang memukau. Seluruh penonton bertepuk tangan untuk Justin. 

Kini tiba saatnya untuk menggumumkan pemenang dari perlombaan tersebut. Dan Justin mendapatkan juara pertama. Mom Pettie dan Justin begitu bahagia karna hal itu. 

                                                                                                   ***** 
beberapa hari setelah itu Mom Pettie mengupload rekaman lomba Justin ke YouTube. Supaya keluarganya yang lain dapat menonton penampilan Justin. 

1 Bulan berlalu. 

Suatu hari, Mom Pettie mendapat sebuah telepon. 

"Hallo. Apa benar ini keluarga Bieber?" Tanya seorang penelepon. 

"Benar, ini siapa dan ada apa?" Tanya Mom Pettie. 

"Saya Scooter. Seorang pencari bakat asal atlanta dan maksud saya mengubungi anda adalah untuk menawarkan sebuah kontrak pada anak anda Justin. Saya melihat videonya di YouTube dan sangat tertarik menjadikannya bintang. Apa anda bersedia?" Tawar orang itu. 

"Apa anda serius?" Tanya Mom Pettie tak percaya. 

"Ya saya serius. Jika anda setuju minggu depan saya akan menjemput kalian untuk ke Atlanta" Jawab Scooter. 

"Tentu! Terimakasih!" Ucap Mom Pettie bahagia. 

"Ya, sama - sama" Balas orang di seberang sana. Lalu sambungan terputus. 

Mom Pettie pun memberitahukan rencana itu pada Justin. Dan justin pun setuju. 

1 Minggu kemudian.. 

Hari ini keberangkatan Justin menuju Atlanta, ia akan mengejar mimpinya di Atlanta, menajdi seorang artis dan membahagiakan Mom Pettie. 


@Atlanta 
Kkini mereka telah sampai di atlanta, justin, mom pettie, dan scooter pun langsung menuju tempat usher. 

Scooter menawarkan justin pada scooter. Usher yang masih ragu pun akhirnya meminta justin untuk menyanyi baginya. Justin pun menjawab tantangan itu, ia pun menyanyikan lagu Ne-yo di depan Usher. Membuat Usher terpukau dengan suara Justin. 

Akhirnya Justin merekam sebuah album 

Dan dari situlah semua petualangan Justin sebagai seorang artis dimulai. Dari mempromosikan albumnya, jumpa fans dan lain sebagainya, kadang kala ia sering mendapat hinaan dari para haternya, namun fansnya tetap mendukungnya. Fansnya itu bernama "Belieber" yang berarti "Believe In Bieber". 

FLASH BACK OFF
                                                                                                   ***** 
"Terimakasih semua atas segala perhatian dari kalian di konser ku yang ke 100 ini. Aku menyayangi kalian!" teriak Justin membuat seluruh fansnya bergemuruh. 

"Sebagai lagu terakhir, akan kunyanyikan untuk kalian. BORN TO BE SOMEBODY

                                               There's dream in my soul, a fire that deep inside me, 
                                               There's me no one knows. Waiting to be set free. 
                                                                 I'm gonna see the day. 

                                                            Ican feel it, I can taste it. 
                                                            Change is coming my way. 

                                            I was born to be somebody. 
                                           Ain't nothing that's ever gonna stop me. 
                                           I lighting up the sky like lighting. 
                                          I'm gonna raise above. 
                                          Show em i made off. 

                                                    I was born to be some body. I was born to be.. 
                                                  And this world be long to me.. 
                                                 This life can kick you around 
                                                 This world can make you feel small 

                                                              But they will not keep me down. 

                                              I was born to stand tall. I'm going all the way 
                                              I can feel it, i believe it. 
                                              I'm here. I here to stay 

                                                                         I was born to be somebody. 
                                                                    Anothing that's ever gonna stop me. 
                                                                      I lighting up the sky like lighting. 
                                                                        I'm gonna raise above. 

                                                                            Show em i made off. 

                                    I was born to be some body. I was born to be.. 

                                   And this world be long to me.. 
                                  Feel it, believe it, dream it, be it! 
                                 I was born to be somebody. 
                                Ain't nothing that's ever gonna stop me. 
                                I lighting up the sky like lighting. 

                                                            I'm gonna raise above. 
                                                             Show em i made off. 
                                        I was born to be some body. I was born to be.. 
                                                       And this world be long to me.. 


"Terimakasih ya Tuhan karna kau telah memberikan semua ini padaku. Memberikan banyak fans yang mencintaiku, memberikan mom yang begitu menyanyangiku, memberikan ku kekuatan untuk menjalani hidup ini. Terimakasih tuhan atas segala pengalaman hidup yang kau berikan padaku. Terimakaish ya Tuhan karna kau telah melahirkan ku untuk menjadi seseorang. Seseorang yang sangat berharga, terimakasih ya Tuhan.." 
lirih Justin dalam hatinya. 


                                                                                                       --THE END--